- 2nd March
2012 - 02
- 7th January
2012 - 07
- 7th January
2012 - 07
Siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya. Maka hendaknya, seorang diantara kalian mengadukan segala urusannya kepada Rabbnya, meskipun hanya tali sendal yang putus.
- 30th December
2011 - 30
اَلإِعْتِرَافْ
-
Ilaahi lastu lilfirdausi ahlan
اِلٰهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلاً
walaa aqwaa ‘alannaaril jahimi
وَلَا اَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
فَهَبْ لِى تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى
fa innaka ghoofiruddzambil ‘adziimi
فَإِنَّكَ غَافِرُالذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
Dzunuubi mitslu a’daadir rimaali
ذُنُوْبِيْ مِثْلُ اَعْدَادِ الرِّمَالِ
fahablii taubatan yaa dzaljalaali
فَهَبْ لِى تَوْبَةًيَاذَا الْجَلَالِ
wa’umrii naaqishun fiikulliyaumi
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِى كُلِّ يَوْمِ
wa dzambii zaa-idum kaifahtimali
وَذَنْبِيْ زَاىِٔدٌ كَيْفَ احْةِمَالِ
Ilaahi ‘abdukal ‘aashi ataaka
اِلٰهِيْ عَبْدُكَ الْعَاصِى اَتَاكَ
muqirron biddzunuubi waqod da’aaka
مُقِرًّابِا لْذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
فَإِنْ تَغفِرْ فَإَنْتَ اَهْلٌ
wa in tadrud faman narjuu siwaaka
وَاِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْاسِوَاكَ
Sebuah Pengakuan
Ya Allah, saya bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu
Tidak juga saya mampu akan siksa api nerakaMu
Berilah hambaMu ini ampunan dan hapuskanlah dosa-dosaku
Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun Yang Maha Agung
Dosa-dosaku bak butiran pasir dipantai
Anugrahilah ampunanMu wahai Yang Maha Agung
Umurku berkurang setiap hari
sedang dosa-dosaku terus bertambah
Ya Allah, hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu
mengakui dosa-dosanya dan memohon padaMu
Ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan
Bila Kau campakkan aku, kepada siapa dan kemana aku mesti berharap selain dariMu?[1]
[1] Syair ini adalah karya Abu Nawas (757 H – 814 H), nama aslinya adalah Al Hasan bin Haani yang dikenal dengan cerita-cerita lucunya. Sebenarnya ia adalah seorang pujangga dan penyair besar yang hidup pada zaman Abbasiyah. Oleh Raja Harun Al Rasyid dimasa itu, ia diangkat sebagai penyair kepercayaannya. Ia sangat dikagumi dan dikenal karena keindahan dan kepiawaiannya dalam mengungkapkan kegemaran dan kesenangannya pada khamr (alkohol) serta dalam menikmati hidup.
Ia adalah seorang hedonis (orang yang menjalani hidupnya hanya untuk bersenang-senang) tapi pada masa akhir kehidupannya ia bertaubat. Agaknya syair ini merupakan catatan perjalanan taubatnya.
(Source: ryanrs)
- 17th October
2011 - 17
Faith is needed in a relationship to make it work. Because FAITH means Fidelity, Attention, Interest, Trust, Honor. /@pipis
